Apa itu Cinta, Rindu, dan Bahagia?

Apa itu Cinta, Rindu, dan Bahagia?

Seburuk apa pun keadaan, janganlah mengutuk kerinduan. Sebab, cinta itu tidak selalu soal menyatu. Rindu pun bukan hanya tentang terpisah. Cinta adalah kekuatan, rindu itu ketegaran. Mencintai dari jauh, bukan berarti tak bisa mendekat. Hati dua sejoli itu suluh, takkan mati api dalam gelap pekat. Merindulah tanpa menggerutu.

Memang, cinta itu luka dan rindu itu perihnya. Tapi, sebagaimana rindu meneguhkan cinta, seperti itu pulalah waktu menyembuhkan luka. Takkan sampai kelak, dua insan dijurangi jarak. Sesiapa yang telah ditakdirkan denganmu menyatu, ia akan datang dan berserah kepadamu tanpa ragu. Oleh karena itu, jika rindu, jika cinta, jangan putus asa.

Cinta memiliki daya luarbiasa untuk menanti, dan memang demikianlah segala rasa yang hadir dari sanubari. Cobalah pakai akal sehat dan kau akan tahu betapa hati teramat kuat. Toh sesungguhnya kekuatan cinta bukan berada pada kerinduan, tapi pada kesetiaan. Jika kesabaran ada batasnya, kesetiaanlah garisnya.

Jika cinta adalah kekuatan, janganlah rindu menjadi kelemahan. Memang, setengah dari cinta adalah percaya dan selebihnya adalah curiga. Lalu, setengah dari rindu adalah ragu dan selebihnya adalah cemburu. Namun, tak perlu menyesali mula perjumpaan, pun tak usah meratapi kapan perpisahan berakhir. Rindu justru seharusnya mendewasakan.

Cinta itu dungu, berdua tapi disebut menyatu. Rindu itu bodoh, kini tak menyatu, tapi meyakini kelak berjodoh. Jiwa berkembang mengenal setiap letak dan jarak, namun cinta memang hal yang tetap kanak-kanak. Cinta tak perlu alasan, ia hanya mau balasan. Maka, dalam hubungan jarak jauh, didiamkan terasa setara dengan dibunuh.

Dari tubuh diam yang dibiarkan, tumbuh duri dendam yang melukai kerinduan. Cinta itu Majnun, terluka rindu beruntun. Adalah Layla yang dirindukan, gelisah yang dirasa sepanjang penantian. Saling berkabar, saling bersabar, maka kau akan tegar. Meski berjarak, jalani babak demi babak. Syukurilah setiap denyutan, hadapilah setiap kejutan.

Cinta memang hal-hal menakutkan. Himpunan misteri, rahasia, keghaiban, ketakterdugaan. Siapa yang terkena racunnya, seketika gila. Disebabkan oleh cinta, siapa saja bisa lalai. Sejak dimulai, bisa tak selesai. Sia-sia saja diingatkan, percuma diperingatkan. Selalu ingin dekat, melulu ingin lekat. Terpisah jarak, gundah menggelegak.

Tapi, cinta juga adalah sekumpulan humor, yang dengannya takkan kita kehilangan pamor. Supaya tidak gusar, kita perlu berkelakar. Lama tak jumpa tak harus berurai airmata, kadangkala obrolkan rindu dengan berderai tawa. Jangan pilih kata yang sedih belaka. Selama komunikasi bisa mengatasi jarak, hati dua sejoli tetap leluasa bergerak.

Menghibur diri itu penting. Jangan mengundurkan diri dari sekeliling. Cintailah dia tidak hanya dengan kerinduan, tapi juga dengan harapan. Jika tidak mencintaimu dalam sedih, ia bukan kekasih. Jika ia mencintaimu hanya dalam gembira, itu bukan cinta. Meski terpisah dari belahan jiwa, hati jangan menyerah, jangan pula berduka. Cinta selayaknya tahu bagaimana caranya bahagia....


BACA JUGA POSTINGAN LAINNYA:




KLIK UNTUK BERKOMENTAR