Tidak Hanya Anak, Orangtua Juga Bisa Durhaka

Tidak Hanya Anak, Orangtua Juga Bisa Durhaka
Kita tentu sedih ketika mendengar berita orang tua menelantarkan anaknya, orang tua membuang anaknya, orang tua melecehkan anaknya bahkan membunuh anaknya. Rasanya miris dan aneh, jaman kok gini amat ya? Padahal anak tidak pernah minta dilahirkan oleh orang tuanya itu, lha kok ujug-ujug didzolimi, ini tentu tidak adil bagi anak dan sangat menyalahi akal sehat.

Gak cuma anak yang bisa durhaka pada orang tua, orang tua pun bisa dzolim pada anak. Dan dosanya gak kalah besarnya. Ini juga yang harus kita perhatikan jika kita punya anak.

Kewajiban orang tua (terutama ayah) pada anak, menurut ulama seperti Imam Ibnul Mubarok, Imam Abu Ishaq Asy Syirozi, Syaikh Syauqi Ibrahim Allam dan lain-lain menyebut :

1. Memberi nafkah
2. Memberi nama yang baik
3. Memberi pendidikan
4. Menikahkan anak jika sudah aqil baligh

Dan ada lagi beberapa keterangan ulama, Imam Fakhrurrozy, Syaikh Wahbah Az Zuhaili dan lain-lain, yang menyebut tambahan etika orang tua terhadap anak adalah :

1. Tidak boleh membeda-bedakan dan membanding-bandingkan (pilih kasih) antar anaknya.
2. Tidak boleh melakukan kekerasan fisik maupun verbal pada anak.
3. Tidak boleh berlaku tidak adil.
4. Tidak mendoakan keburukan pada anak.

Nah, jika orang tua tidak peduli kewajiban dan etika terhadap anak, bisa dibilang orang tua telah berlaku dzolim pada anak alias durhaka. Dosanya juga besar.

Anak adalah penerus kalimat tauhid, maka harus didekati, diberi kasih sayang dan diberi pendidikan agar mau bertauhid. Jika tidak, maka anak berpotensi tidak peduli dengan orang tuanya termasuk pada ketauhidan orang tuanya. Memutus tauhid ini dosa besar. Ini berpotensi menyeret orang tua pada jurang neraka karena tidak bisa menularkan tauhid pada anaknya sendiri.

Shopee

BACA POSTINGAN LAINNYA:



Shopee

BUKA KOMENTAR

Terima kasih sudah berkomentar