Ingat hadits: "Setiap manusia lahir dalam keadan Fitrah".

Secara harfiah, Fitrah artinya suci atau at-tabiah as-salimah atau tabiat yang baik, akhlaqul karimah. Penjelasan hadis ini mengandung penegasan bahwa manusia lahir ke dunia dalam keadaan Islam.

Jadi jelas ya... manusia lahir itu sudah dibekali dengan budi-pekerti, tabiat yang baik, akhlaqul karimah. Gak perlu baca buku untuk berbuat baik, gak perlu kuliah di Harvard, gak perlu menuntut ilmu. Dalam hal ini Manusia hanya butuh saklar geser untuk memilih apakah akan menggunakan budi-pekertinya atau memakai angkara-murkanya dalam menghadapi masalah. Dominasi salah satu sisinya akan menentukan apakah seeorang itu dianggap baik hati atau jahat.

Rosulullah SAW pun diutus bukan untuk memberi ilmu baru, bukan untuk membuat aturan baru tentang akhlaq, melainkan untuk menyempurnakan, mengembalikan lagi fitrah manusia yang terpengaruh oleh lingkungannya. Menyempurnakan, berarti objek yang hendak disempurnakan sudah ada sebelumnya.

Jadi makna pepatah: Al Adab fauqol ilm, itu bukan rebutan duluan mana antara adab dan ilmu, tetapi menyuruh kita menghidupkan saklar adab/akhlaq yang sudah ada dalam diri dalam menuntut ilmu, keduanya berjalan beriringan.

BACA JUGA POSTINGAN LAINNYA: