Hal Yang Dirindukan di Bulan Ramadhan Saat Kita Kecil


Malam ini ide nulis postingan tidak muncul di fikiranku, akhirnya aku putuskan untuk blog walking alias jalan-jalan ke blognya orang lain untuk sekedar membaca-baca atau ikut nimbrung ngasih komentar di postingan mereka, mungkin karena efek belum ngopi menjadikan fikiran ini seperti buntu untuk menuliskan kata-kata merangkainya menjadi sebuah postingan. Mungkin sebaiknya aku ngopi dulu, agar aku bisa menemukan ide tulisan yang bisa ku tuangkan disini.

Yups, akhirnya saya memutuskan untuk menuangkan tulisan tentang Hal Yang Dirindukan di Bulan Ramadhan Saat Aku Kecil, ya bulan ramadhan tinggal menghitung hari lagi, pasti kita semua makin rindu bulan ramadhan dan bersuka cita menyambutnya, owh ya seperti biasa saya mau menyapa dulu para pembaca blog ini, selamat malam semoga keberkahan selalu tercurahkan untuk kita dan semoga kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan, Amiin. Maafkan saya karna sudah pasti saya punya banyak salah baik di dalam tulisan-tulisan blog saya ini maupun status-status saya di facebook, twitter dan lainnya.

Ok balik lagi ke apa yang saya mau bahas yaitu tentang Hal Yang Dirindukan di Bulan Ramadhan Saat Aku Kecil, lalu apa saja sih hal-hal itu, tapi ini versiku yah mungkin nanti versi kalian tidak sama ya monggo ditambahkan di kolom komentar.

Hal Yang Dirindukan di Bulan Ramadhan Saat Kita Kecil

Ya, hampir bagi semua umat islam bulan ramadhan akan merubah kegiatannya baik kesehariannya maupun ibadahnya, contoh saja yang biasanya siang hari makan dan minum bulan ramadhan nanti kita tidak diperbolehkan untuk itu kecuali bagi yang berhalangan (hahaha kalau itu mah anak kecil juga tau namanya juga puasa), selain itu banyak kegiatan dan ibadah yang tidak ada di bulan-bulan lainnya seperti berbuka, shalat tarawih, sahur dll.

Saat SD dulu menunggu waktu berbuka biasanya kita isi dengan mengikuti kuliah ashar, ya kegiatan ini dianjurkan oleh bapak/ibu guru agar diikuti untuk mengisi buku kegiatan bulan ramadhan yang dibagikan oleh sekolah yang nantinya di periksa oleh wali kelas dan guru agama, banyak pelajaran dan keseruan yang didapat, kita banyak diajari ilmu-ilmu agama. keseruannya adalah saat kita mencatat pelajaran tersebut dan berebut tanda tangan dari pak Ustadz sebagai bukti kita telah mengikuti kuliah ashar, hahaha ternyata saya juga anak kuliahan walaupun cuma kuliah ashar, tapi ntah gelarnya apa, gelar tikar atau gelar sajadah mungkin.

Sepulang kuliah ashar biasanya kita akan membantu untuk menyajikan makanan berbuka yang sudah dimasak oleh ibu kita, dan makanan yang paling sering dimasak oleh ibu-ibu di daerahku adalah sayur asem, sambal, dengan gorengan atau ikan asinnya yang gurih, ntah saya juga ngga tau kenapa sayur asem begitu favorit menjadi hidangan berbuka puasa, tapi sepertinya sayur asem memang masakan yang menyegarkan setelah kita seharian puasa ditambah sambalnya yang bikin melek, dan untuk minumnya sudah pasti teh manis panas. beuh badan yang tadinya lemes-lemes gimana gitu langsung seger kembali dan siap untuk mengikuti shalat tarawih berjamaah di mushola.

Nah setelah berbuka dan shalat maghrib biasanya kita akan ke warung untuk membeli jajanan atau beli petasan dan bermain-main untuk menunggu waktu shalat isya dan tarawih, namanya anak-anak shalat tarawih pun menjadi ajang kenakalan, mulai dari tidur, lempar-lemparan peci, sampai tarik-tarikan sarung, dan kami biasanya anak-anak akan memilih shaf paling belakang saat shalat tarawih agar kenakalan kita tidak diketahui oleh orang tua.

Shalat tarawih selesai, lanjut tadarusan sampai tengah malam di moshola, kalau pas lagi males tadarusan ya paling main-main petasan atau bakar-bakaran pinggir jalan sampai jam-jam dimana saatnya ngeronda bangunin orang-orang untuk sahur. Jam 3 atau setengah 4 pulang untuk makan sahur, habis sahur keluar lagi untuk shalat subuh. setelah sholat subuh lanjut walking-walking tentunya dengan membawa amunisi petasan untuk perang-perangan dengan anak-anak dari dusun lain, pulang dari jalan-jalan lanjut tidur di mushola sampai waktu menjelang dzuhur, karna memang pada jaman kecilku dulu bulan puasa libur sekolah selalu full sampai satu bulan, paling berangkat sekolah pas kebagian jadwal piket dan mengikuti pesantren kilat untuk pemeriksaan buku kegiatan selama bulan ramadhan.

Nah gaes itu saja seklumit cerita kegiatan di bulan Ramadhan saat kecil dulu, sebagai anak yang terlahir di sebuah kampung Kecil di Brebes yang kini merantau di kota, rasanya sangat-sangat rindu untuk bisa menikmati masa-masa itu. Rindu itu semakin memuncak ketika kita tak dapat menjumpai anak-anak jaman sekarang yang yang bulan Ramadhan lebih banyak diisi dengan bermain Smartphone... 😔😔😔

Apa hal-hal yang kalian rindukan saat bulan Ramadhan dimasa kecil dulu? Silahkan bisa bagikan cerita kalian di kolom Komentar.


BACA JUGA POSTINGAN LAINNYA:




KLIK UNTUK BERKOMENTAR