Berebut Sepotong Roti

Berebut Sepotong Roti

Suatu hari dua orang lelaki sowan kepada Syeikh Abi Abdillah al-Tawudi. Di tempat beliau mereka melihat dua ekor kucing sangat rukun sekali. Saking rukunnya dua ekor kucing itu saling menempelkan kepalanya. Lalu dua tamu Syeikh al-Tawudi itu berkata, "seperti inilah semestinya persaudaraan itu".

Kemudian Syaikh al-Tawudi mengambil sepotong roti lalu melemparkan pada kedua kucing tersebut. Melihat ada roti, kedua kucing yang tadinya sangat rukun itu langsung melompat, saling berebut, saling berteriak, bahkan saling mencakar.

Syeikh al-Tawudi lalu berkata, "begitulah persaudaraan itu. Ia akan terus terjalin dengan baik sampai kepentingan dunia masuk ke dalamnya menyebabkan kerusakan dan kekacauan". Semakna dengan kisah di atas, suatu kisah yang terjadi pada masa nabi 'Isa 'alaihissalam.

Diceritakan, tatkala murid-murid nabi 'Isa sedang berjalan-jalan, mereka menemukan sepotong emas di dekat tiga lelaki yang mati tergeletak. Kejadian ini mereka laporkan kepada nabi 'Isa. Lalu beliau bercerita bahwa pada awalnya tiga lelaki itu bersahabat, bahkan bersaudara, sampai suatu waktu di dalam perjalanan mereka menemukan sepotong emas. Mereka bersepakat bahwa sesampai di rumah, emas itu akan dibagi tiga.

Di tengah perjalanan pulang rasa lapar memaksa mereka untuk berhenti. Lalu salah satu dari mereka disuruh membeli makanan. Namun sungguh tak disangka, ternyata disini ketamakan mulai merusak jalan pikiran mereka. Setelah teman yang satu itu berangkat untuk mencari makanan, kedua temannya justru berunding untuk membunuhnya supaya emas itu bisa mereka bagi dua. 

Tidak kalah tamak, ternyata teman yang lagi pergi mencari makanan itu juga punya rencana busuk. Dalam hatinya dia berkata, "wah, sebaiknya makanan ini saya kasih racun aja biar mereka mati dan nanti emas itu bisa jadi milik saya semua." Akhirnya, semua rencana busuk mereka benar-benar terlaksana. Teman yang membeli makanan itu mati terbunuh sementara kedua temannya mati keracunan.

Usai bercerita nabi 'Isa berkata, "Cinta dunia adalah sumber segala kejahatan. Pembunuhan, perampokan, dan tindak kriminal lainnya timbul dari penyakit cinta dunia."

BACA JUGA POSTINGAN LAINNYA:


KOMENTAR DAN POSTINGAN LAINNYA