Hari ini tepat tanggal 1 Agustus, esok tanggal 17 Agustus adalah peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, gegap gempita sorak sorai suka cita rakyat nusantara menyambutnya, pelbagai acara dibuat semeriah mungkin sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan Indonesia yang kita cintai ini, ada yang mengelar doa dan beristighosah, mengadakan upaca bendera, lomba, pawai, dan karnaval, sampai yang paling sederhana memasang merah putih di halam depan rumah-rumah kita.

Namun miris rasanya ketika masih ada saja sebagian kelompok dan orang yang masih kufur atas nikmat kemerdekaan Indonesia tercinta ini, ya tahun 2017 lalu aku dengar sebuah kabar ada berita minimarket di kabupaten Ngawi - Jawa Timur ditutup paksa oleh warga dengan alasan enggan memasang bendera merah putih di halaman depannya, dalam hati aku bergumam "Apasih susahnya memeasang bendera merah putih sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlalawan serta bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan ini."

Lebih dulu lagi ada ustadz kondang HTI (telah dibubarkan pemerintah) Felix Siauw membuat geger warganet karna cuitannya pada tahun 2012 yang mengatakan "Membela nasionalisme nggak ada dalilnya, nggak ada panduannya. membela Islam, jelas pahalanya, jelas contoh tauladannya"


Padahal kita tahu Hadlratusy Syaikh KH. Hasyim Asy'ari (Pahlawan Nasional) penderi Nahdlatul Ulama yang sekaligus tentu juga ikut berjuang memerdekakan dan membangun bangsa ini pernah memberi nasihat terkait dengan Islam dan Nasionalisme. Beliau pernah mengatakan. "Agama dan Nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari Agama, dan keduanya saling menguatkan"

Lebih parah lagi ada sekelompok ustadz impor dari saudi dangan paham wahabinya memberikan fatwa secara serampangan, mereka mengatakan upaca bendera haram, hormat bendera sama saja syirik, Pancasila toghut dan fatwa-fatwa konyol lainnya terkait kemerdekaan dan kebangsaan, fatwa semacam inilah yang tentu akan menjadi cikal bakal bibit-bibit teroris untuk melakukan sebuah aksi teror terhadap mereka yang dianggap tidak sepaham dengannya. Mirisnya lagi mereka ada dan juga duduk di isntansi-instansi pemerintahan.

Tentu ini menjadi tugas kita samua terutama kita para generasi muda untuk menjaga kemerdekaan Indonesia yang kita cintai ini sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih atas jasa para pahlawan yang telah gugur, selayaknya Pancasila yang sudah menjadi pondasi dasar Negara ini jangan sampai kita mengotak-atik merusaknya apalagi sampai menggantinya dengan yang lain, karena bangsa ini diperjuangkan, dibangun, dan dijaga oleh berbagai macam suku, agama, budaya. Maka buat kalian yang gethol ingin sekali mengganti dasar negara ini sudah pasti akan enyah dari bumi Nusantara ini. Mari mikir waras, salam cinta penuh damai dari saya. Wassalam.

BACA JUGA POSTINGAN LAINNYA: