Kangkung adalah salah satu sayuran yang populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini tidak hanya mudah ditanam, tetapi juga kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Terdapat dua jenis utama kangkung yang dikenal luas, yaitu kangkung darat dan kangkung air. Meskipun keduanya berasal dari genus yang sama, ada beberapa perbedaan yang signifikan di antara keduanya. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai macam-macam tanaman kangkung dan cara membedakannya.

1. Kangkung Darat (Ipomoea Reptans)

Kangkung darat, juga dikenal sebagai kangkung cabut, adalah jenis kangkung yang tumbuh di tanah kering. Kangkung ini sering dibudidayakan di ladang atau pekarangan rumah.

Ciri-ciri Kangkung Darat:
  • Daun: Daunnya lebih kecil dan sempit dibandingkan kangkung air. Bentuk daun cenderung lonjong dengan ujung meruncing.
  • Batang: Batangnya berwarna hijau muda atau keputihan, lebih tipis dan lebih rapuh dibandingkan kangkung air.
  • Bunga: Kangkung darat memiliki bunga berwarna putih atau ungu muda.
  • Akar: Akarnya tidak terlalu dalam dan dapat dengan mudah dicabut dari tanah.
2. Kangkung Air (Ipomoea Aquatica)

Kangkung air, atau kangkung sawah, tumbuh di daerah yang memiliki genangan air atau tanah yang sangat lembab. Kangkung ini sering ditemukan di pinggir sungai, kolam, atau sawah.
Ciri-ciri Kangkung Air:
  • Daun: Daunnya lebih besar dan lebar dibandingkan kangkung darat. Bentuk daun biasanya lebih bulat dengan ujung yang tidak terlalu meruncing.
  • Batang: Batangnya berwarna hijau tua, lebih tebal, dan lebih keras dibandingkan kangkung darat.
  • Bunga: Bunga kangkung air biasanya berwarna putih dengan pusat berwarna ungu.
  • Akar: Akarnya lebih panjang dan sering kali menyebar di dalam air atau tanah yang berlumpur.
Cara Membedakan Kangkung Darat dan Kangkung Air

Berikut ini adalah beberapa cara untuk membedakan antara kangkung darat dan kangkung air:
  1. Perhatikan Daunnya: Kangkung darat memiliki daun yang lebih kecil dan sempit, sedangkan kangkung air memiliki daun yang lebih besar dan lebar.
  2. Perhatikan Batangnya: Batang kangkung darat cenderung lebih tipis dan rapuh, sedangkan batang kangkung air lebih tebal dan keras.
  3. Perhatikan Tempat Tumbuhnya: Kangkung darat tumbuh di tanah kering, sementara kangkung air tumbuh di daerah yang berair atau sangat lembab.
  4. Perhatikan Warnanya: Batang kangkung darat biasanya berwarna hijau muda atau keputihan, sedangkan batang kangkung air berwarna hijau tua.
  5. Perhatikan Bunganya: Bunga kangkung darat biasanya berwarna putih atau ungu muda, sedangkan bunga kangkung air berwarna putih dengan pusat berwarna ungu.
Manfaat Kangkung

Selain perbedaan jenis dan ciri-cirinya, kangkung memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain:
  1. Menyehatkan Mata: Kandungan vitamin A pada kangkung baik untuk kesehatan mata.
  2. Mencegah Anemia: Kangkung kaya akan zat besi yang penting untuk mencegah anemia.
  3. Menjaga Kesehatan Pencernaan: Serat yang terdapat dalam kangkung membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.
  4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh: Vitamin C yang ada pada kangkung membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Kesimpulan

Kangkung adalah sayuran yang mudah dibudidayakan dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Dengan memahami perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air, kita dapat memilih jenis kangkung yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tempat tinggal kita. Selain itu, mengenali ciri-ciri dan cara membedakan kedua jenis kangkung ini juga membantu dalam budidaya dan konsumsi yang lebih efektif.

BACA JUGA POSTINGAN LAINNYA: