Tadinya Anak Ini Mau Saya Kasih Nama Lembah Manah Atau Andhap Asor, Tapi Kata Ibunya Jangan, Nanti Malah Diasor-asorke/Direndahkan Sama Orang.

Akhirnya Diberilah Nama Salim Najmuts Tsaqib, Nama Najmuts Tsaqib Ini Pemberian Dari Mbahnya Diambil Dari Surat At-Thariq Yang Artinya "Bintang Yang Bersinar Tajam" Karena Memang Lahirnya Malam Sekitar Pukul 20.30 WIB. Sedangkan Tambahan Salim Pemberian Dari Ibunya, Dan Ini Ceritanya Rada Sedih.

Tepatnya Hari Rabu Tanggal 25 Maret 2020, Ibunya Tsaqib Ini Sudah Mengalami Kontraksi Saat Menjelang Subuh... Lalu Sekitar Jam 9 Pagi Dibawalah Ke Puskesmas Untuk Pengecekan, Namun Karna Saat Itu Lagi Ramainya Awal-Awal Kasus Covid, Di Puskesmas Hanya Ada Bidan Jaga. Ternyata Benar Setelah Dicek Sudah Mulai Pembukaan, Menimbang Resiko Yang Mungkin Terjadi Akhirnya Memutuskan Untuk Dirujuk Ke Rumah Sakit. Kita Pulang Dulu Menyiapkan Segala Pakaian Dan Berkas-Berkas, Setelah Dzuhur Baru Berangkat Ke RS.

Karena Memang Selama Masa Kehamilan Untuk Kontrol dan USG di Rumah Sakit Tersebut, Kita Langsung Diterima Dan Diarahkan Ke Ruang IGD. Cukup Lama Kami Menunggu, Sambil Menunggu Saya Mengurus Semua Berkas Dan Kamar Yang Akan Dijadikan Tempat Perawatan Setelah Persalinan.

Menjelang Maghrib Akhirnya Dipindahkan Dari Ruang IGD Menuju Ruang Persalinan, Dicek Lagi Sama Bidan Pembukaannya Sudah Mulai Nambah Tapi Masih Belum Cukup Untuk Melakukan Persalinan, Dicek Juga Kondisi Bayi Dan Ternyata Detak Jantungnya Lemah, Ditanyalah Sama Bidan, "Ibunya Sudah Makan Atau Belum?", Karena Terakhir Makan Pas Mau Berangkat Ke RS Akhirnya Disuruh Makan Terlebih Dahulu.

Menjelang Isya Dan Setelah Makan Bidan Mengecek Lagi, Si Bidan Kaget Karena Detak Jantung Bayi Berubah Menjadi Diatas Normal Dan Harus Segera Diambil Tindakan Operasi Katanya, Meski Agak Kecewa Karena Ibu Tsaqib Menginginkan Lahiran Secara Normal Tapi Demi Kebaikan Dan Tanpa Pikir Panjang Langsung Mengurus Berkas Untuk Tindakan Operasi.

Karena Persalinannya Dengan Operasi Caesar, Saya Tidak Diperkenankan Mendampingi. Saya Hanya Mengantar Sampai Ke Ruang Operasi Dan Selanjutnya Menunngu Diruang Tunggu Sambil Berkali-kali Melafal Sholawat Dan Doa Yang Dikasih Mbahnya Tsaqib.

حَنَّا وَلَدَتْ مَرْيَمَ وَمَرْيَمَ وَلَدَتْ عِيْسَى أَخْرُجْ أَيُّهَا الْمَوْلُوْدُ بِقُدْرَةِ الْمَوْلُوْدُ بِقُدْرَةِ الْمَلِكِ الْمَعْبُوْدِ

Latin: Hannaa Waladat Maryama Wa Maryama Waladat ‘iisaa Ukhruj Ayyuhal Mauluudu Biqudrotil Malikil Ma’buudi.

Artinya : Hana melahirkan Maryam, sedangkan Maryam telah melahirkan ‘Isa. Keluarlah (lahirlah) hai anak dengan sebab kekuasaan Raja (Allah) yang disembah.

Alhamdulillah Akhirnya Lahirlah Tsaqib Ini, Saya Langsung Bertanya Kepada Perawat Bagaimana Kondisi Ibunya? Sedang Diantar Menuju Kamar Parawatan, Nanti Tanya Saja Ke Bagian Pelayanan Kata Si Perawat. Saya Langsung Mengadzani Bayi Yang Masih Merah Ini Penuh Haru Dan Bahagia. Selanjutnya Saya Menuju Ke Bagian Pelayanan Untuk Menanyakan Ruangan Perawatan Ibunya Tsaqib.

Dan Inilah Awal Mula Kita Menambahkan "Salim" Untuk Nama Tsaqib. Sekitar Jam 23.00 Malam Saya Dipangil Oleh Perawat, Perawat Menjelaskan Ada Kelainan Pada Si Bayi, Setiap Kali Menangis Badannya Mengalami Kebiruan Dan Nafasnya Juga Tidak Stabil, Untuk Itu Harus Dipasang Oksigen Dan Akan Terus Dilakukan Observasi. Saya Disuruh Tanda Tangan Untuk Klaim Asuransi BPJS Oleh Perawat.

Mata Saya Berkaca-Kaca, Bagaimana Saya Menjelaskan Kepada Ibu Tsaqib, Sedangkan Dia Juga Masih Lemah Paska Operasi. Akhirnya Aku Memilih Untuk Tidak Menceritakannya. Saya Kembali Ke Ruang Perawatan Dan Mengatakan Hanya Disuruh Untuk Tanda Tangan Administrasi.

Setelah Beberapa Jam Saya Dipanggil Lagi Oleh Perawat, Mungkin Sekitar Jam Setengah Tiga Pagi, Kini Bayi Sudah Dipindah Ke Ruangan PICU/NICU, Disini Saya Tidak Bisa Menahan Tangis Lagi, Melihat Bayi Yang Baru Saja Lahir Dipasangi Begitu Banyak Alat Medis, Tsaqib Berada Di Kotak Inkubator Dengan Selang Infus, Oksigen, Alat Ukur Detak Jantung, Dan Kain Kasa Menutup Matanya.

Dokter Menjelaskan Bahwa Kini Bertambah Detak Jantungnya Tidak Stabil Serta Ada Kekuningan, Ditakutkan Ada Air Ketuban Yang Masuk, Maka Harus Terus Dilakukan Observasi. Lakukan Yang Terbaik Dok, Pinta Saya.

Saya Kembali Lagi Ke Ruang Perawatan Ibunya, Kali Ini Mata Saya Tidak Bisa Membohongi, Tapi Saya Hanya Bercerita Kalau Tsaqib Harus Dipasangi Oksigen, Itu Saja. Saya Ndak Mau Ibunya Tsaqib Kepikiran, Sedangkan Dia Harus Segara Pulih Dan Dipaksa Perawat Agar ASInya Segera Bisa Keluar. Meski Maksudnya Baik, Namanya Membohongi Pasti Ketahuan. Melihat Ibu Lain Yang Juga Baru Saja Melahirkan Tapi Beberapa Jam Kemudian Bayinya Sudah Bisa Didekapnya, Akhirnya Saya Terpaksa Menjelaskan Bagaimana Sebenarnya Kondisi Tsaqib Kepada Ibunya 🥹🥹🥹.

Alhamdulillah Beberapa Waktu Akhirnya ASInya Sudah Mulai Keluar Meski Baru Berupa Kolostrom, Tapi Kata Dokter Ini Sangat Penting Untuk Daya Tahan Dan Anti Bodi Si Bayi. Saya Sangat Semangat Bolak-Balik Dari Ruang Perawatan Ibunya Ke Ruang Perawatan Bayi Untuk Mengantar ASI Yang Meski Cuma Beberapa Tetes Menggunakan Pipet Untuk Dioleskan Ke Bibir Tsaqib.

3 Hari Perawatan Dan Sudah Mulai Bisa Berjalan, Akhirnya Ibunya Tsaqib Sudah Diperbolehkan Pulang. Dan Ini Untuk Pertama Kali Ibunya Tsaqib Melihat Kondisi Anaknya Di Ruang PICU/NICU. Tentu Masih Sama Kondisinya Dengan Pas Malam Kelahiran Itu. Air Matanya Tak Terbendung Berharap Anaknya Lekas Sehat.

Akhirnya Setelah Pulang Saya Masih Harus Bertugas Menjadi Kurir Mengantarkan ASI Dari Rumah Ke RS Yang Jaraknya -+8 KM, Siang Saya Dirumah Menunggui Ibunya, Selepas Maghrib Saya Di RS Menunggui Tsaqib. Perkembangan Semakin Membaik, Alat Bantu Medis Satu-Persatu Mulai Dilepas. Dan Hari Ke-7 Alhamdulillah Sudah Boleh Pulang. Selama 7 Hari Menunggui Di Ruang PICU-NICU Saya Menyaksikan 3 Bayi Yang Harus Pulang Menemui Takdir. 🥹🥹🥹

Namun Kesehatan Tsaqib Belum Sepenuhnya Selesai, Ada Cairan Di Salahsatu Ginjal Tsaqib, Hidronefrosis Begitu Dokter Menyebutnya. Untuk Kasus Ini Bisa Dipantau Dengan Rutin Kontrol Setiap Sebulan Sekali, Karena Ini Bawaan Lahir Bisa Saja Nanti Hilang Dengan Sendirinya Tanpa Perlu Melakukan Tindakan, Tapi Bulan 1-3 Justru Semakin Membesar Dan Tidak Mungkin Juga Dilakukan Operasi Karena Masih Terlalu Kecil. Di Bulan Ke Empat Akhirya Cek Lab Dan Rontgen Untuk Mengetahui Kandungan Di Air Kencinnya, Alhamdulillah Tidak Ada Masalah Dan Pembengkakannya Sudah Hilang. Tapi Selanjutnya Muncul Masalah Baru, Kencingya Tidak Lancar Seperti Kesakitan. Akhirnya Diumur 6 Bulan Dipustuskan Untuk Khitan.

Alhamdulillah Sampai Sekarang Sudah Sehat, Dan Semoga Seterusnya Sehat Beserta Ibunya Juga, Mereka Sangat Kuat Dan Hebat. Itulah Kenapa Kami Beri Nama Salim Najmuts Tsaqib, 
Berharap Anak Kami Bersinar Tajam Seperti Bintang Dan Selalu Diberi Keselamatan.

BACA JUGA POSTINGAN LAINNYA: