Jangan Beri Ruang Penjahat Seksual di Dunia Hiburan

Jangan Beri Ruang Penjahat Seksual di Dunia Hiburan Melanjutkan postingan sebelumnya tentang pembandingan Kasus Saipul Jamil dengan Kris Wu Mantan Member EXO, Saya ga peduli sama orientasi seksual seseorang. Mau straight, hombreng, lesbong, biseks, terserah, bodo amat.

Indonesia udah cukup toleran banget soal perbedaan orientasi seksual dan identitas gender. Buktinya banyak gay dan lesbian yang berprestasi dibidang olahraga, bahkan difasilitasi negara. Transgender yang bekerja di perusahaan besar dengan pekerjaan dan gaji yang bonafit.

Meskipun dihujat, banyak juga transgender yang jadi seleb Instagram sampai merambah dunia pertelevisian, paling banter persekusi dan bullying di sosmed, tapi sampai sekarang mereka hidup aman di Indonesia, Artinya yang suka bullying di sosmed juga kalo ketemu orangnya ya masih saling menghargai sesama manusia. Sifat manusia sekarang memang cenderung galak di sosial media, tetapi lebih bisa menahan diri dalam dunia nyata.

Yang jadi masalah SJ itu masuk kategori penjahat kelamin, predator seksual. Paham ga? Memboikot dia di dunia hiburan tanah air bukan berarti Indonesia ga ramah LGBT.

Dia itu melakukan atas dasar memaksakan kehendaknya sendiri. Dia memperkosa anak orang, dan korbannya ga mau, merasa jijik, merasa tidak dihargai sebagai manusia makanya korban lapor polisi. Kalo suka sama suka ga ada istilah korban dan pelaku, kalo kejadian itu dilakukan atas dasar suka sama suka, ya bodo amat, terserah kalian.

Bukan soal LGBT nya, tapi soal kejahatannya. Ini orang perkosa anak dibawah umur. Penjahat kelamin. Janganlah ngomongin perkosaan sesama kelamin. Kasus pemerkosaan cowok sama cewek aja udah salah. Apalagi ini korbannya di bawah umur. Catat ya. Hargailah perasaan korban, orang tua korban, keluarga korban. Bagaimana sulitnya korban melanjutkan hidup dalam society kita yang penuh dengan judgment. Apalagi kalau korban tinggal di kampung, pasti pengucilan dari orang sekitar itu ada.

Yang lebih membagongkan lagi, stasiun-stasiun TV malah seolah memberi panggung buat penjahat seksual ini. KPI sebagai lembaga yang berwenang mengatur penyiaran juga membiarkan hal demikian terjadi, malah ada wacana untuk menjadikan SJ sebagai pengedukasi bahaya Predator, dimana kewarasan kalian? Owh ya kalian kan juga lagi sibuk sendiri dengan kasus aggota kalian yang hampir-hampir sama dengan kasus SJ?


BACA POSTINGAN LAINNYA:



BUKA KOMENTAR

Terima kasih sudah berkomentar